Beberapa Alasan Mengapa Pria Non Tinghoa sulit untuk mendapatkan wanita Tionghoa atau Chinese
![]() |
| foto diperagakan oleh model/Lintasmetro.blogspot.com |
Lintasmetro - Kita semua pasti pernah mendengar Kalau Jodoh Gak Akan Kemana-mana,'' jika masalah jodoh, kematian, dan rejeki itu di tangan Tuhan, memang banyak hal lain di dunia ini bisa manusia urus sendiri dan akan tetapi jika mengenai tiga hal itu hanya Tuhan yang yang bisa menentukan dan bukan manusia, manusia tidak akan bisa berbuat sesuatu kalau sudah menyangkut rejeki, jodoh dan kematian.
Namun, terkadang manusia yang sudah biasa di baluti dengan tradisi dan cara pandangnya masing-masing, kerap merasa seperti bisa mengatur semua itu, rejeki, jodoh dan kematian, Kok bisa?
Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri jika pesona gadis Tionghoa atau gadis Chinese itu luar biasa, mereka rata-rata semua cantik, memiliki tubuh yang semampai dan kulit putih bersih, plus mata sipitnya yang membuat kecantikan mereka makin menjadi sempurna.
Namun, ibarat kita mencari permata di sungai yang keruh, dan mencari sebuah jarum yang jatuh di dalam jerami, sama sekali tidak mudah untuk mendekati mereka, bahkan bisa dibilang mustahil, terlebih jika setatus pria yang disandang adalah bukan dari suku Tionghoa sendiri.
Kalau anda adalah seorang pria Non-Tionghoa, tampaknya sulit dan bahkan bagaikan bermimpi untuk mendapatkan pacar dan mempersunting seorang gadis Tionghoa untuk dijadikan istri, berteman pun kadang susahnya luar biasa, meskipun tidak semua cewek Tionghoa atau Chinese semua begitu.
Pasti, penasaran kan? kenapa mereka tidak mudah untuk didekati? yang pastinya mereka punya alasan tersendiri, berikut ini adalah hal-hal yang membuat mereka terkesan cuek dengan orang pribumi atau orang non-Tionghoa.
1. Mengenai Alasan Ras
Ras adalah alasan kuat mengapa para gadis Tionghoa susah sekali untuk di dekati, kebanyakan orang Tionghoa puntya minset jika orang Tionghoa harus berpasangan dengan orang Tionghoa atau dari suku mereka sendiri, alasannya karena dengan berpasangan sesama orangTionghoa, keturunan mereka jika menikah nantinya akan tetap murni.
Ras menjadi suatu alasan kuat kenapa gadis-gadis Tionghoa tidak mau sama pria Non-Tionghoa, dan tidak hanya pada suku Tionghoa saja setiap orang dari golongan tertentu memang seperti ini, misalnya perempuan Arab juga sama tujuannya dan mereka para gadis-gadis Arab juga pasti mencari pasangan hidup dari suku mereka agar tidak mati ras aslinya.
Ketika berpasangan dengan pribumi dan akhirnya menikah, tentunya anak mereka nanti akan berdarah campuran, sebenarnya ini juga tidak masalah,'' malah nantinya anak dari ras campuran keturunan dari Tionghoa dan pribumi nantinya akan cantik dan ganteng pastinya.
2. Dengan Alasan Budaya yang Tidak Sama
Budaya yang berbeda juga menjadi alasan kenapa gadis Chinese itu jaga jarak dengan pria pribumi, memang tidak enak jika kita berpasangan dengan pasangan yang bukan dari satu daerah, suku dan lainnya, yang berbeda secara budaya, ketidak cocokan dan ketidak nyamanan yang ada akhirnya akan dirasakan.
Budaya yang berbeda juga jadi alasan fundamental kenapa mereka susah untuk didekati mungkin karena selain ketidak cocokan itu sendiri.
Kalau kendala seperti ini memang sudah susah jika harus melakukan hal apapun, jika dipaksakan pasti nantinya adalah kisah cinta yang tak direstui dan kontroversial.
3. Alasan Agama juga Menjadi Penghalang
Sekarang kita bicara untuk mereka bisa menerima semuanya, Budaya Tionghoa dan sebagainya, namun ketika perbedaan adalah karena agama, maka sudah tidak bisa apa-apa lagi, agama adalah masalah prinsip utama yang paling menjadi prinsip dasar keteguhan kuat dan kepercayaan adalah hal yang seharusnya menjadi alasan yang seharusnya lebih diprioritaskan oleh sujku Tionghoa itu sendiri.
Agama juga menjadi alasan terbesar mereka menolak pria pribumi, masalah tidak akan terselesaikan jika mereka tidak bisa menerima perbedaan ini dalam mengikuti pria pribumi dalam beragama,'' dan pada umunya juga gadis Tionghoa biasanyalebih cenderung ke sifat denfensif.
4. Anggapan Pria Pribumi Tidak Bisa Memberikan Kebahagiaan
Sangat sulit di pungkiri jika semua orang Tionghoa itu rata-rata kehidupannya makmur karena mereka biasanya lebih cenderung dalam hal pekerjaan dan keteguhan mereka dalam mengatasi keuangan mereka, oleh karena itu, dari sebagian orang Tionghoa masing-masing sudah tidak perlu susah untuk mencari kebahagiaan.
Belum lagi kita bicara mengenai warisan yang ditinggalkan orang tua mereka kelak,'' bahkan ini pun sudah bisa menjadi suatu kecukupan bagi mereka dan hidup mereka akan lebih terjamin nantinya.
Dengan anggapan orang pribumi belum bisa membahagiakan mereka secara materil juga bisa menjadi suatu alasan tentunya, kecuali jika kita memiliki kebutuhan yang cukup dan memadai.
Jika ingin mendekati atau ingin memperistiri gadis Tionghoa berarti kamu sudah siap untuk menjamin hidup mereka di masa depan, masalahnya, orang-orang Tionghoa pada umunya memiliki minset jika pria pribumi orangnya tidak bisa diandalkan.
Jangan kan untuk menghidupi pasangannya dengan layak, menghidupi diri sendiri saja terkadang sangat sulit, apakah ini benar?
5. Kebanyakan gadis tionghoa Sudah Punya Jodoh atau Di jodohkan
Jika, sudah punya jodoh atau di jodohin, memang apalagi yang bisa kita lakukan? Mau berpaling pun harus berfikir terlebih dahulu.
Alasan perjodohan ini yang juga membuat mereka, para wanita Tionghoa itu tidak mau dengan pria non-Tionghoa, adapun jika kalau sudah terjadi seperti itu mereka juga tak mau dengan pria yang satu ras dengan suku mereka, karena mereka sudah di jodohkan.
Bicara soal jodoh memang tidak ada yang bisa tahu, bahkan sekalipun itu sudah tunangan dan ataupun dalam arti mempunyai ikatan sebagainya, kalau di bilang takdirnya tidak jodoh pasti akan kandas di tengah jalan, akan tetapi, setidaknya punya jodoh jadi satu alasan bagi diri sendiri kalau sudah tidak perlu untuk terbuka lagi, dan mengenai hal ini semua yang seperti itu tidak cuman pada suku Tionghoa saja.
6. Ditentang Orangtua
Katakanlah jika pada akhirnya kita bisa menjalin hubungan dengan gadis Chinnes dambaan kita, Namun pada akhirnya, hubungan ini tidak berjalan tidak mulus dengan apa yang telah kita harapkan, faktor utamanya tentu adalah orang tua gadis tersebut, orang tua Chinese maupun Tionghoa biasanya sangat tegas dan selalu menerapkan prinsip disiplin kepada anak-anaknya, tidak cuma untuk hal-hal prinsip saja ini juga mengenai hal pendidikan dan menjaga adat, tapi juga soal pasangan hidup anaknya kelak dan karena tidak di suku Tionghoa saja dan akan tetapi di suku dan ras manapun pasti juga sama yang orang tua harapkan adalah kebahagiaan dan kesejahteraan hidup untuk putrinya kelak.
Percaya atau tidak hanya satu dari ribuan orang tua Chinese yang mengijinkan anaknya untuk dipacacari pria pribumi, itupun biasanya syaratnya juga tidak bisa dibilang mudah dan yang pastinya bakal susah minta ampun, terutama soal jaminan hidup di masa depan dan juga agama..
Tapi yang perlu kita ingat, semua gadis Chinese sangat jarang dilihat memiliki hubungan atau pasangan hidup dengan orang pribumi, okelah kita bilang banyak para laki-laki yang sukses menikahi wanita Chinese impian mereka, namun satu hal dari persamaan dan perbedaan ras itu, tak jarang mereka pasti mengalami salah satu poin di atas, jadi tidak ada istilah cerita cinta yang mudah dan mulus untuk kedepannya.
Kesimpulannya, siapa pun itu, agama apapun itu kalau kita sayang dan yakin maka kejarlah, pasti memang semua itu ada dan banyak cobaannya sebagai ukuran nilai kepantasan kita untuknya, dan maka dari itu kita harus berjuang dengan keras, barangkali mereka akan luluh juga dengan kita, Tapi sebelumnya jika sewaktu ingin pendekatan jangan lupa bawa sertifikat rumah dan BPKB motor dan mobil ya.'' Just Kidding ^-^
Beritalintasmetro.blogspot.com

Tidak ada komentar