Header Ads

Breaking News

Hampir Lebih Dari 400 Orang China dan Taiwan yang Kerja di KAMBOJA di Tangkap




Lintasmetro.com - Pihak bewenang dari Kamboja telah menahan hampir lebih dari 400 warga China dan Taiwan bulan ini karena diduga melakukan penipuan Telekomunikasi untuk menipu korban dari China, Kata polisi Kamboja kepada laman Lintasmetro.com, Kamis, (17 Agustus).

China yang telah memerangi penipuan Telekomunikasi yang telah memiliki kerugian milliaran dolar dalam kerugian finansial, kata pihak berwenang di Beijing, yang menuduh Taiwan yang menyimpan kejahatan di balik banyaknya penipuan.

Negara Kamboja adalah salah satu sekutu yang paling dekat dengan China di Asia Tenggara dan tidak mengenal pemerintah Taiwan, dimana Beijing menggungkap sebuah Provinsi yang bandel.

Kamboja sudah mendeportasi lebih dari 600 orang China dan Taiwan dalam beberapa tahun terakhir dalam sebuah tindakan keras terhadap penipuan internet dan telekom yang diatur oleh negara Asia Tenggara.

Polisi di Ibu Kota Kamboja Phonm penh pada hari Rabu menahan 225 warga China, 25 wanita di antara mereka yang di curigai menjalankan skema pemerasan dengan menggunakan teknologi panggilan suara internet, kata Thou Saroeun, wakil direktur kepolisisan anti Terorisme,'' kami saat ini sedang memproses kasus ini dan kami juga belum tahu kapan tepatnya akan di pindahkan ke deportasi,'' katanya kepada Laman Lintasmetro.com.

Pada tanggal 2 Agustus, polisi menangkap lebih dari 151 orang China dan orang Taiwan di Provinsi Seam Reap dan Banteay Meanchey, Tuan Uk Heisela, kepada investasi departemen imigrasi, Kepada Lintasmetro.com, para tersangka menungu deportasi ke China dan beberapa akan dikirim kembali minggu ini katanya,'' saya tidak tahu kapan tepatnya,'' itu tergantung kapan China mengirim pesawat untuk menjemput warganya,'' katanya.

Pihak berwenang dari Taiwan telah menuduh Kamboja bertindak atas pemerintah China.

Bulan lalu, Kamboja mendeportasi 150 tersangka China dan Taiwan ke China, yang memicu sebuah demontrasi dari pulau yang diperintah sendiri ke Phnom Penh.

China telah membela deportasi orang-orang dari Taiwan  ke China dari tempat-tempat seperti Kamboja dengan mengatakan bahwa korban semuanya berada di China dan oleh karena itu para penjahat harus menghadapi keadilan di China.

Tidak ada komentar